Front Page

Sekapur Sirih

Komite Ilmiah

Latar Belakang Teori REPRESENTASI SOSIAL

Latar Belakang Konferensi Internasional Representasi Sosial IX

Tema

Jenis-jenis Presentasi

Petunjuk Pengisian Lembar Pendaftaran

Biaya Konferensi

Batas akhir Pendaftaran

Lomba Karya Ilmiah

Subsidi Perjalanan dan Keikutsertaan

Lembar Pendaftaran

Tema

 

Konferensi Internasional Representasi Sosial IX
Bali-Indonesia, 30 Juni – 5 Juli, 2008

‘Mencari kemungkinan ruang baru bagi pembentukan pengetahuan dan Representasi Sosial‘

Teori Representasi Sosial yang diformulasikan oleh Serge Moscovici sejak tahun 1961, telah berkembang baik dalam segi pemikiran maupun segi penerapannya. Perkembangan tersebut bukan hanya terjadi di Eropa saja, akan tetapi sejak seperempat akhir abad 20 teori ini juga merambah Amerika Selatan, Amerika Utara. Beberapa tahun terakhir ini mulai tumbuh benih-benih baru di Australia, Asia dan Afrika.

Sejak awal kelahirannya, teori Representasi Sosial memang bermaksud untuk meretas batas disiplin psikologi sosial yang sangat dipengaruhi oleh pendekatan individualistik. Untuk itu, teori ini menawarkan sebuah pertemuan antara dimensi budaya dan sosial dengan memberi tekanan pada pikiran awam atau common sense dan pengertian-pengertian lokal yang menentukan guratan/jejak pikiran pada ruang dan waktu di dalam konteks setempat, untuk kemudian diterjemahkan kedalam perangkat komunikasi sosial sebagai sebuah kerangka untuk memahami kenyataan-kenyataan sosial yang ada di setiap tempat. Pada tingkat ini, maka teori RS telah dipertimbangkan sebagai salah satu paradigma utama yang membentuk pikiran postmodern sebagai alternatif dari analisa sosial yang cenderung bersifat reduksionis (Collier, Minton, Reynolds, 1991)

Representasi Sosial itu sendiri juga mengacu pada obyek-obyek makna yang dipakai atau dijumpai dalam kehidupan bermasyarakat. Makna yang melekat pada obyek-obyek tadi diolah bersama bersama anggota masyarakat yang lain, dengan mempertimbangkan segenap perangkat kebudayaan dan sosial yang berlaku pada masyarakat setempat. Metodologi yang dipilih dan kemudian berkembang pada kajian Representasi Sosial memungkinkan teori ini untuk tetap meletakkan pentingnya menghormati seluruh pengertian dan perspektif pada masyarakat yang dikaji sehingga memungkinkan peneliti untuk memahami makna dan nalar yang berlaku pada masyarakat setempat.

Oleh karena itu, pendekatan Representasi Sosial juga dipandang sebagai sebuah sumber penting untuk mempelajari pikiran-pikiran lokal dan formulasi nalar yang berkaitan dengan sebuah pilihan sesuai setiap konteks kebudayaan kompleks dengan seluruh karakter dasar dan identitas yang berkembang bersama itu. Pendekatan Representasi Sosial juga memungkinan posisi tawar untuk menolak pemaksaan nalar dengan dalih prinsip universalitas yang kemudian menghasilkan prinsip kebenaran tunggal dan menolak diversitas pemikiran. Dalam kerangka ini maka RS memungkinkan sebuah dialog pengetahuan di era global, untuk selanjutnya memberi tempat layak pada kekayaan dan perbedaan kebudayaan pada setiap tempat.

Kemungkinan untuk mempertanyakan yang universal dan yang lokal, mempertemukan teori Representasi Sosial dengan kegelisahan pemikiran yang terjadi di Asia. Fenomena globalisasi dan pertanyaan seputar kemungkinan-kemungkinan untuk menciptakan ruang Asia pada fenomena global, menjadi perdebatan yang paling hangat mengingat Asia sebagai kekuatan ekonomi politik adalah lahan subur yang paling receptif untuk menerima arus global, sekaligus lahan perbincangan kebudayaan yang tak terbataskan.

Kecenderungan yang bertumbuh pada perdebatan ilmu-ilmu sosial di Asia, seperti psikologi, antropologi, sosiologi, politik misalnya pada beberapa tahun terakhir ini tidak lepas dari persoalan baik konflik maupun titik temu yang mungkin terjadi antara gelombang global yang bersumber pada kekuatan finansial dan akar lokal yang selalu mengambil keragaman bahasa dan kebudayaan. Beberapa tema utama dalam Kongres ilmu-ilmu sosial di Asia seperti Psikologi Sosial misalnya, mengusung tema Globalisasi, pencarian identitas Asia, dan letak Psikologi Sosial.

Teori Representasi Sosial memang tidak secara sengaja dirancang untuk menjawab persoalan tersebut, pertemuan antara fenomena global dan kekuatan lokal. Akan tetapi karena cakupan teori ini mampu merangkum persoalan lokalitas berpikir melalui elemen kebudayaan, praktek hidup sehari-hari, pikiran awam atau common-sense, dan bahasa, maka teori ini menawarkan kemungkinan pada ilmu-ilmu sosial untuk menemukan ruang lokalitas dan mengembangkan perspektif pengetahuan di luar kerangka pengetahuan modernitas untuk memahami pertemuan arus global-lokal tersebut.

Dengan memperhatikan kecenderungan tersebut dan kemungkinan terbukanya dialog antara Eropa-Amerika Selatan-Asia-Australia dan Kanada, maka tema Konferensi Internasional Representasi Sosial ke IX kali ini adalah : ‘Mencari kemungkinan ruang baru bagi pembentukan pengetahuan dan Representasi Sosial ‘

    Adapun pilihan subtema yang kami tawarkan adalah sebagai berikut:
  • Politik-Ekonomi, Keragaman Pengetahuan dan Representasi Sosial
  • Sejarah, Kebudayaan, Kemungkinan Pembentukan Pengetahuan dan Representasi Sosial
  • Epistemologi Hidup sehari-hari, Globalisasi, dan Representasi Sosial
  • Menyatukan Pengetahuan Ilmiah dan Pengetahuan non-Ilmiah, dan Representasi Sosial
  • Semesta, Sejarah, Tuhan dan Kekuasaan Semesta, Pembentukan dan Kompleksitas Representasi Sosial
  • Semesta, Kebajikan yang berkitan dengan Alam dan Lingkungan, Representasi Sosial
  • Kesejarahan, Tradisi Oral, Pembentukan Pengetahuan dan Representasi Sosial
  • Filsafat Timur, Kajian Agama dan KeTuhanan, dan Representasi Sosial
  • Sejarah, Kebajikan, dan Representasi Sosial
  • Pendidikan Formal and Pendidikan Non-formal, Kebijakan, dan Representasi Sosial
  • Kesehatan, Penyembuhan, Spiritualitas dan Representasi
  • Kecantikan, Kebenaran, Kebaikan and Representasi Sosial
  • Gender, Seksualitas, Identitas and Representasi Sosial
  • Kebudayaan, Masyarakat dan Representasi Sosial
  • Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Representasi Sosial
  • Media, Komunikasi, dan Representasi Sosial
  • Ilmu Pengetahuan, Imaginasi, dan Representasi Sosial

_______
Collier, G. Minton, H.L., Reynods, G. 1991. Current Thought in American Social Psychology. New York. Oxford University Press.


Mailing Address:
Departemen Susastra
Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya - Universitas Indonesia
Gedung III Lt.1 Kampus UI - Depok 16424, Indonesia

Phone:
62 21 7863528/29
Faximile:
62 21 7590 6380
email
info@9icsr-Indonesia.net