Front Page

Sekapur Sirih

Komite Ilmiah

Latar Belakang Teori REPRESENTASI SOSIAL

Latar Belakang Konferensi Internasional Representasi Sosial IX

Tema

Jenis-jenis Presentasi

Petunjuk Pengisian Lembar Pendaftaran

Biaya Konferensi

Batas akhir Pendaftaran

Lomba Karya Ilmiah

Subsidi Perjalanan dan Keikutsertaan

Lembar Pendaftaran

Latar Belakang
Konferensi Internasional Representasi Sosial IX

 

Berawal dari sebuah pertemuan awal di Ravello, Itali pada tahun 1992 yang berhasil mengumpulkan peneliti dan akademisi dari bidang psikologi sosial dan bidang-bidang lain yang kemudian melihat bobot teori ini sebagai titik sambung untuk menghubungkan bidang-bidang dalam ilmu sosial, maka pertemuan ilmiah teresebut kemudian dijadikan sebuah tradisi akademik dua tahun sekali.

Eropa yang menjadi akar dari lahirnya pemikiran RS, memang tetap memberi warna dominan dalam perkembangannya. Dan sejarah pertumbuhan teori ini di Eropa mengambil akarnya dari tradisi akademik yang berkembang di Laboratorium Psikologi Sosial Eropa, berkedudukan di Paris, yang dipimpin sendiri oleh Profesor Serge Moscovici

Tradisi dua tahunan ini kemudian menyambung dengan gejala menguatnya pertumbuhan teori ini di Amerika Selatan. Berbicara tentang perkembangan di Amerika Selatan, maka tidak bisa dipungkiri jejak kuat yang dimulai oleh Profesor Denise Jodelet untuk membuka wilayah ini dengan tradisi penelitian etnografis yang telah dikembangkannya dan menandai pendekatan antropologis pada kajian RS. Denise Jodelet berjasa telah memperkenalkan teori ini pada zona Amerika Latin, dan perkembangan yang terjadi selama dua puluh tahun sejak itu tidak lepas dari kerja kerasnya. Argentina, Brasil, Meksiko, dan Venezuela adalah negara-negara dimana teori tersebut berhasil menraik banyak peneliti dan dosen pada perguruan tinggi.

Eropa dan Amerika Selatan kemudian menjadi basis pertumbuhan teori Representasi Sosial dengan warna dan karakter pemikiran berbeda. Dan pada dua wilayah ini, teori RS telah berhasil menarik minat banyak pihak, akademisi, peneliti, juga praktisi yang melihat bahwa sumbangan teori ini penting bukan hanya pada teori ini saja, akan tetapi juga sumbangannya pada pengetahuan sosial secara umum.

8 pertemuan sebelumnya diselenggarakan di :

  • 1992, Ravello, Itali (Eropa)
  • 1994, Rio de Janeiro, Brasil (Amerika Selatan)
  • 1996, Aix en Provence, Perancis (Eropa)
  • 1998, Mexico City, Mexico (Amerika Selatan)
  • 2002, Montreal, Kanada (Amerika)
  • 2002, Stirling, Inggris (Eropa)
  • 2004, Guadalajara, Mexico (Amerika Selatan)
  • 2006, Roma, Itali (Eropa)

    Jumlah peserta dari setiap konferensi kemudian bertambah. Pada konferensi terakhir di Roma tercatat 409 peserta dari 39 negara yang mewakili wilayah Eropa, Amerika Selatan, Kanada dan Amerika Utara, Asia, Afrika, danAustralia. Bahkan pada konferensi sebelumnya di Guadalajara, Mexico, tercatat sebanyak 1200 peserta menghadiri pertemuan ilmiah ini. Sehingga dapat dikatakan bahwa pertemuan ilmiah ini bukan hanya sekedar mempertemukan pikiran atau pertukaran kegiatan akademik, akan tetapi hal yang kemudian menjadi karakter dari konferensi ini adalah pertemuan latar belakang kebudayaan yang begitu berbeda. Beragamnya asal peserta juga ditandai dengan beragamnya bahasa resmi yang dipakai dalam konferensi. Tercatat 3 bahasa, Inggris, Perancis dan Spanyol yang dijadikan sebagai bahasa pengantar pada ke 8 konferensi sebelumnya.

    Adalah untuk pertama kalinya konferensi ini berpindah dari benua Eropa dan Amerika Selatan, untuk menuju Asia. Dalam banyak segi, teori Representasi Sosial adalah pendekatan baru untuk kalangan akademisi dan peneliti Asia. Tercatat beberapa akademisi di India, Jepang, Korea Selatan, Cina, Filipina dan Indonesia mulai bersentuhan dengan teori ini. Sementara itu Australia dan Selandia Baru juga menunjukkan gejala yang sama.

    Bertumbuhnya minat untuk bergerak ke wilayah teorik Representasi Sosial di Asia-Australia-Selandia Baru memang tidak sebanding dengan apa yang telah bertumbuh di Amerika Selatan atau Eropa. Akan tetapi beragamnya kekayaan budaya dan sejarah pada wilayah Asia, jelas akan sangat berharga untuk perkembangan teori Representasi Sosial yang memang pada dasarnya memberi porsi penting pada sejarah dan kebudayaan. Maka dari itu ketika diputuskan bahwa Konferensi Internasional Representasi Sosial ke IX akan dilaksanakan di Indonesia, Asia bukan hanya sekedar menyediakan diri untuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan tradisi akademik di atas, akan tetapi Asia juga membuka diri untuk kemungkinan berdialog dan bertukar pikiran dengan kolega dari belahan dunia lain.

    Konferensi ini dengan sendirinya berharap akan memberi peluang dialog, pertukaran pikiran maupun kerja sama antara Eropa-Amerika Latin-Asia-Australia yang memungkinkan lahirnya pandangan baru, tantangan baru, bahkan rumusan baru yang akan memperkaya bukan hanya teori ini, akan tetapi juga seluruh pengertian pengetahuan baik pada tingkat teorik, metodologi, maupun aplikasi.

    Dialog dan pertukaran hanya mungkin terjadi apabila ada peralatan bahasa yang mempertemukan seluruh peserta. Asia bukanlan wilayah yang bersentuhan dengan praktek bahasa Perancis dan Spanyol, sehingga untuk mempermudah dialog dan pertukaran dengan kolega dari wilayah Asia, maka konferensi kali ini akan memberi bobot pemakaian bahasa Inggris lebih besar dibanding 2 bahasa resmi lainnya. Seluruh abstrak dan materi presentasi hanya diijinkan ditulis dalam bahasa Inggris. Namun tidak menutup kemungkinan bahwa presentasi itu sendiri bisa disampaikan dalam bahasa Perancis maupun Spanyol.

    Dengan mempertahankan watak dari teori Representasi Sosial yang merangkum berbagai disiplin ilmu pengetahuan, maka organisasi penyelenggaraan juga mencerminkan watak yang sama. Universitas Indonesia, yang diwakili oleh Fakultas Ilmu-ilmu Budaya, Departemen Susastra, akan bertindak sebagai koordinator penyelenggara Konferensi Internasional Representasi Social IX bekerja sama dengan :

  • Universitas Psikologi UI, Jakarta
  • Universitas Psikologi UGM, Yogyakarta
  • Jurusan Paska Sarjana Sosiologi, Fakultas ISIP, UI, Jakarta
  • Yayasan Rumah Ganeca, Jakarta
  • Pusat Kajian Representasi Sosial, Jakarta
  • Kedutaan Besar Perancis di Jakarta
  • European PHD on Social Representations and Communication and the Social Representations and Communication THEmatic NETwork (So.Re.Com.THEmatic NETwork) co-ordinated by Sapienza University of Rome - Italy
  • Maison des Sciences de l'Homme, Paris


    Mailing Address:
    Departemen Susastra
    Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya - Universitas Indonesia
    Gedung III Lt.1 Kampus UI - Depok 16424, Indonesia

    Phone:
    62 21 7863528/29
    Faximile:
    62 21 7590 6380
    email
    info@9icsr-Indonesia.net